TUAN TEMPRAMENTAL

January152015

TUAN TEMPRAMENTAL By Ita Mariani

Hem... matahari mulai menampakkan wajahnya. Sinar yang tajam memecahkan kulit-kulit karang. Burung-burung pun masih asyik bernyanyian. Entah mereka menyanyi apa, yang pasti hidup baru ku dimulai hari ini.

Pagi ini dingin sekali. Mataku acap kali memandang langit –langit rumah yang berukuran besar ini. Dadaku sesak, perasaan ku deg-degan, aku takut dan gelisah. Mungkin saja hari ini. Hari pertamaku di Jakarta. Aku mulai membanyangkan suasana baru yang pasti sangat berbeda dengan Jogja. Macet, banjir, kejahatan di mana-mana, belum lagi anak remajanya yang so gaul.

Dirumah ini saja sudah ada anak yang menyebalkannya minta ampun. Ya dia “Fahri” anak bibi saudara perempuan ayah. Sepertinya dia tdak menyukaiku. Dan lebih parahnya lagi aku harus satu sekolah dengannya.

Selama di Jakarta aku akan tinggal dirumah bibi. Ayah sengaja menitipkan ku padanya karena dia harus bekerja di Malaysia. Itu artinya aku akan tinggal lebih lama disini dan aku harus bertemu tuan tempramental itu setiap hari.

Setelah sarapan roti dan segelas susu aku segera menghampiri Fahri. Dia sudah dari tadi menunggu ku.

“Lama banget sih” dia membentak ku.

“Iya maaf” jawabku dengan perasaan sedikit kesal.

Ingin rasanya ku mengusirnya dari planet bumi ini. Memang sudah tabiatnya bicara kasar dan tidak pernah tersenyum pada semua orang.

Kami pergi ke sekolah naik Yamaha. Dia mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dan tiba-tiba dia menurunkan ku ditengah jalan.

“Turun!” dia membentak ku lagi.

“Apa? Memangnya sekolah kita disini ya?” tanyaku dengan heran.

“Kamu tidak dengar ya? Aku tidak mau perge ke sekolah sama kamu”.

Astaga mana mungkin dia bersikap seperti ini pada ku. Seenaknya saja dia menurunkanku di pinggir jalan. Mana ku tau sekolah baru ku dimana. Aku kebingungan. “Awas saja kau tuan Fahri tempramental” Teriak ku dengan penuh emosi.

Ya itulah salah satukejahatannya padaku. Aku juga bingung kenapa dia tak menyukaiku. Memangnya aku tak cantik ya? Em sepertinya tidak. Memang dia saja yang aneh.

Tak terasa sudah enam bulan aku dirumah bibi. Selama itu pula Fahri seringkali menjahiliku. Aku pun sudah lulus ujian dengan hasil yang memuaskan. Itu artinya ayah akan menjemputku. Aku akan tinggal di Malaysia dan akan melanjutkan kuliah disana.

Tuan tempramental itu sedih saat mendengar kepergianku. Munkin dai menyesal karena banyak berbuat salah padaku.

Hari itu hari minggu, ayah datang menjemputku. Sedih rasanya harus berpisah dengan bibi karena dia baik sekali denganku. Tuan tempramental pun menghampiriku. Dia memandangiku lama sekali dan memberiku sebuah kalung yang bertulisannamaku “Rena” ya itu namaku, indah bukan.

“Maafkan sikapku selama ini padamu Rena”, katany dangan tulus. Aku hanya mengangguk. Aku tak percaya dia meminta maaf padaku. Dia pun tersenyum. Walaupun kulitnya gelap, tapi sungguh senyumnya manis sekali.

Ingin rasanya aku tak jadi pergi. Kuharap hari ini hujan. Tapi kulihat matahari tetapsaja tersenyum padaku.

Di Malaysia nanti aku pasti sangat merindukan Fahri, akku pasti rindu dengan tuan tempramental itu. Entah kapan aku bertemu dengannya lagi.

Tentang Hari Ini

January142015


TENTANG HARI INI

By Ita Mariani


Hidup ku...

Bicara tentang hari ini

Hari kemaren...

Hanyalah kenangan

Hari esok...

Hanyalah angan-angan

Ada apa dengan hari ini...?

Ada suka...

Ada duka...

Ada tangis...

Ada tawa...

Oh... mungkin hanya sementara...

GALAU

January062015
Puisi berjudul "GALAU" ini adalah juara 3 pemenang lomba membuat puisi di MA AL-KAUTSAR SATIUNG yang ditulis oleh Herfansyah Kelas XII. Menurutku dari segi isi, puisi ini bisa saja mendapat peringkat ke-2. Tapi tentu saja aspek yang dinilai bukan hanya itu. Dari segi penulisan, dalam puisi ini terdapat beberapa kesalahan penulisan kata seperti: "mengures" dan "terperusuk" *dalam hahasa banjar 'taparusuk'... [Baca selengkapnya]

Ketika Ku Rindu

December142014

Amang Palui: Ketika Ku Rindu


Ketika ku rindu
Ingin ku teriak
Ketika ku rindu
Ingin ku berkata tidak
Tapi hati ini berontak
Ketika ki rindu
Ingin ku tertawa
Tapi hatiku terluka
Ketika rindu ini menderu
Ketika rindu ini menggebu
Ketika rindu ini mengalun syahdu
Diiringi dengan goresan qalbu
Biarlah rindu ini membelenggu
Biarlah rindu ini membisu
Biarlah rindu ini berteman dengan sepi
Entah sampai kapan???
Tak seorang pun tau…..!!!



Amang Palui: Ketika Ku Rindu

Kisah Palui Kadukun

December132014
Amang Palui: Kisah Palui Kadukun Takisah pulang Si Palui lagi sangkal karna cintanya di tolak ulih bibinia nang bangaran aluh. Balalu Si Palui tulak ka dukun.. Palui: permisi mbah, kawa kah pian mambantu ulun? Dukun: kawa, mambantu apa? Palui: anu mbahai cinta ulun di tolak bibian, jadi ulun minta bantuan wan pian supaya bibinian tu jatuh cinta wan ulun Dukun: ooo.. Bisa.. Bisa.. Tapi ada... [Baca selengkapnya]

Membuat Hosting Gratis Terbaru dan Cara Parkir Domain Mywapblog

November282014
ThumbnailAmang palui kali ini akan berbagi cara membuat hosting gratis full gambar ditambah cara agar bisa di gunakan untuk parkir domain mywapblog. Tempat daftar hostingnya di www.idhostinger.com. Bagi yang sudah tau abaikan saja. Kenapa memilih di idhostinger. Alasan pertama adalah gratis ditambah dengan fasilitas Cpanel, Space 2GB, Bandwidth 100GB, PHP, MySQL, Site Builder, akun email dan tanpa iklan maupu banner. Syarat... [Baca selengkapnya]

Tips dan Cara Menghemat BBM

November232014
Sebenarnya sudah banyak yang membahasa tentang tips dan cara menghemat BBM, tapi taka da salahnya jika Amang Palui berbagi disini Tips Cara, Tempat dan Waktu Pengisian: Isilah BBM saat tanki bahan bakar sobat setengah kosong Alasannya karena semakin banyak bahan bakar yang ada di tangki kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di dalam tangki. Bila terdapat banyak angina di dalam tangki,... [Baca selengkapnya]

SBB BAND (Sebamban Band)

November202014
Dikarnakan Amang Palui kangen sama teman-teman band, ditambah udah satu minggu gak ada postingan, gak ada salahnya ane posting tentang band ane *walaupun sekarang vakum, terutama ane yang udah lama gak ikut kegiatan band dikarnakan tempat dan pekerjaan   Nama SBB diambil dari nama sebuah kota atau mungkin bisa dibilang sebuah kampung yang bernama SEBAMBAN. Awalnya SBB bukanlah sebuah band, tapi... [Baca selengkapnya]
 
Kembali ke Atas